Selain itu, tambah dia, kami menilai Kades ini acuh tak acuh dengan masyarakat. Bahkan sang kades pernah mendatangi dirinya untuk mengakui kesalahannya.

“Kalau dia makan sampai angka ratusan juta itu sudah masuk pada unsur kesengajaan. Sementara ini baru tahun pertama menjabat sebagai kades, belum untuk tahun-tahun yang tersisa kedepannya,” ujar Pantur.

Meski demikian, pihaknya juga mempertanyakan beras sisa pada tahun anggaran 2022.

Namun, setelah mempertanyakan beras sisa tersebut, sang kades baru membagi sisanya sebanyak 41 kg pada tahun 2023.

Anehnya, sang kades sempat meminta maaf dan mengaku keliru, sementara di sisi lain kekeliruannya itu tidak diperbaiki.

“Artinya kami minta untuk memperbaiki hal yang salah tapi sampai hari ini tidak ada perbaikan itu. Bahkan tambah parah lagi dia sampai hari ini juga sudah memblokir nomor kontak kami karena dianggap sebagai pengganggu”, imbuhnya.

Warga lainnya, Sales Ratu mengungkapkan hal yang sama terkait dugaan korupsi Kades Cireng tahun anggaran 2022.