“Pertanian holtikultura saat ini menjadi salah satu subsektor pertanian yang dapat menunjang kesejahteraan petani dan meningkatkan ekonomi daerah,” kata Yustinus.
Ia menjelaskan, Kabupaten TTU saat ini mengalami keterbatasan atau kekurangan suplai akan tanaman holtikultura, sehingga OMK berinisiatif untuk melakukan pengembangan Tomat percontohan tersebut.
“Total lahan yang kami kelola ini kurang lebih 2 hektar, dan yang mengelolanya itu ada 10 umat dan 6 Orang Muda Katolik, dan estimasi atau yang kami ingin tanam itu sekitar 40.000 tanaman Tomat. Kami akan membentuk ekosistem lahan pertanian holtikultura bersama Bank NTT dan PT. Sygenta, serta menggunakan pupuk dari Keuskupan Atambua yaitu Biora Organik dan Setifos,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan