“Apa yang dilakukan oleh Pater Jose dan OMK Paroki Sasi merupakan sebuah bentuk kreativitas untuk membangun Taman Doa. Sehingga pembangunan Taman Doa tidak hanya menunggu bantuan dari orang,” jelas Dirut Bank NTT.
Usaha yang dirintis oleh Pater Jose, OFMConv dan OMK Paroki Sasi, merupakan langkah kebangkitan yang luar biasa, dengan segala keterbatasan yang dimiliki.
“Kami menyambut kegiatan ini dan mendukung penuh. Bahkan berkomitmen untuk menghubungkan dengan networking atau ekosistem yang ada,” ungkapnya.
Dirut Bank NTT berharap semoga usaha tanaman holtikultura yang dirintis bisa bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten TTU, Belu dan Malaka terutama umat di Keuskupan Atambua dan seluruh NTT.
“Terima kasih untuk langkah hebat ini, dan tetap semangat, kita sama-sama berjalan mencapai tujuan dan harapan yang baik,” tutup Dirut Bank NTT.
Koordinator OMK Yustinus Buker mengatakan, pengembangan pertanian holtikultura terwujud berkat kerja sama dengan Bank NTT, melibatkan OMK dan umat Paroki Santo Antonius Padua Sasi, Keuskupan Atambua.



Tinggalkan Balasan