Kupang  

Berhasil Turunkan Angka Stunting, Gubernur NTT Apresiasi Kinerja Pemkab Kupang

Gubernur VBL juga menilai gerakan orangtua asuh yang ditetapkan Pemkab Kupang dengan melibatkan Pimpinan OPD, Forkopimda, Perbankan, Instansi Vertikal, LSM/NGO merupakan langkah nyata menurunkan angka stunting di Kabupaten Kupang.

Gubernur NTT Kunker di Kabupaten Kupang. (Foto: Prokompim Kabupaten Kupang)

Oelamasi, KN – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerjanya di Kabupaten Kupang tepatnya SMKN 1 di Desa  Pathau Kecamatan Amabi Oefeto Timur (AOT).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur NTT disambut oleh Bupati Kupang Korinus Masneno, Wakil Bupati Jerry Manafe, bersama tokoh masyarakat Kecamatan AOT.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menekan angka stunting di Kabupaten Kupang pada kegiatan bulan timbang dan ukur pada Februari 2023, angkanya menurun 16,18%.

“Upaya dan kerja keras menurunkan Stunting yang dilakukan Pemkab Kupang cukup berhasil, sehingga bisa menurunkan angka stunting hingga 4 %,” ujar Gubernur Viktor Laiskodat.

Gubernur VBL juga menilai gerakan orangtua asuh yang ditetapkan Pemkab Kupang dengan melibatkan Pimpinan OPD, Forkopimda, Perbankan, Instansi Vertikal, LSM/NGO merupakan langkah nyata menurunkan angka stunting di Kabupaten Kupang.

Sementara Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Laiskodat di Kabupaten Kupang dan bertemu dengan masyarakat.

Masneno menyatakan, upaya membangun masyarakat menjadi prioritas utama yang dikerjakan Pemkab Kupang, salah satunya upaya penurunan stunting.

Dijelaskannya bahwa sesuai data hasil timbang bulan Feb 2023 ini, jumlah balita stunting di Kabupaten Kupang sebanyak 4.899 anak dari total balita sasaran sebanyak 30.271 anak (Pravelensi 16,18%).

Upaya kolaboratif dikerjakan sungguj-sungguh agar angka stunting bisa turun termasuk didalamnya membuat gerakan orangtua asuh bagi balita stunting di Kabupaten Kupang. Hal ini penting jelasnya guna menekan angka stunting semakin rendah dan tepat sasaran. Kita lakukan pendataan by name by address sehingga tepat sasaran dan orang tua asuh memberikan dukungan langsung di keluarga sasaran.

Terkait bidang pertanian, dijelaskan Masneno selama musim tanam Oktrober-Maret 2022-2023, penanaman jagung telah dilakukan pada lahan seluas 11.787,3 Ha dengan luas panennya mencapai 8.803,3 Ha.

BACA JUGA:  Nona Wekis Berniat Cari Kerja di Kupang, Tapi Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa

“Penanaman ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat petani yang tersebar di 24 kecamatan untuk mendukung program TJPS. Dan estimasi produksi jagung diperkirakan akan mencapai 26.409 ton,” ujar Masneno.

Sementara rencana penanaman pada musim tanam April-September 2023 Masneno nyatakan yaitu luas lahan tanam jagung yang direncanakan 783 Ha. Luas tanam jagung pada musim tanam Asep, dikatakan Bupati Masneno akan dilakukan di Kecamatan Taebenu seluas 119 Ha, Kupang Timur 336 Ha, Sulamu 170 Ha, dan sisanya tersebar di 12 kecamatan yang memiliki sumber daya air yang cukup.

Pada bidang peternakan, orang nomor satu di Kabupaten Kupang tersebut menyampaikan kondisi maret 2023 jumlah populasi ternak sapi di Kabupaten Kupang mencapai 304.056 ekor dan yang sudah dilakukan penandaan 12.467 ekor atau baru mencapai 4,1% dengan target pertengahan tahun ini bisa mencapai 35.000 ekor.

“Saya harap masyarakat yang punya ternak sapi untuk segera melakukan penandaan. kendala baik ketersediaan kandang jepit, akan disediakan secara mandiri untuk percepatan pelaksanaan eartag,” ungkap Masneno.

Masneno juga menjelaskan, secara konstruktif permasalahan di bidang pendidikan terus diperbaiki performancenya melalui pemenuhan berbagai target pelayanan sesuai standar pelayanan minimal yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Selain itu Pemkab Kupang sedang berupaya bersama Lembaga Mitra untuk mengatasi problem dunia kependidikan di Kabupaten Kupang, yaitu masalah anak tidak sekolah yang akan diatasi secara simultan mulai dari anak putus sekolah hingga anak tidak pernah sekolah. (Prokompim Kabupaten Kupang)