Pada Agustus 2022 angka Stunting di NTT berada di angka 17,7%. Artinya NTT bukan daerah yang paling banyak memiliki balita penderita Stunting dari 34 Provinsi di Indonesia.
Kemudian pada bulan Februari 2023, angka Stunting turun ke 15,7%, yang artinya ada penurunan sekitar 10.000 anak penderita Stunting.
“Belum menjadi kebanggaan, karena masih begitu banyak anak-anak kita yang Stunting,” ujar Ruth Laiskodat.
Ia mendorong semua pihak untuk terlibat aktif menekan angka Stunting, shingga pada tahun 2023 target 12% sesuai arahan Presiden Jokowi bisa tercapai. (*)
Halaman







Tinggalkan Balasan