Dia menambahkan, dengan informasi cuaca kemarau lebih awal dari BMKG, otomatis debit air akan berkurang, karena itu pihaknya akan mobilisasi alat panen ke sentra – sentra produksi yang bisa ditanam dua kali.
“Sehingga nanti bisa menghindari gagal panen. Ini kita akan antisipasi. Pompa air juga disiapkan untuk dipakai oleh petani yang akan bekerja di musim kemarau,” tandasnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD NTT, Ambros Kodo, mengatakan BPBD sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau di bulan April nanti.
‘Kita akan menetapkan langkah untuk menentukan kajian untuk menetapkan status kekeringan apakah di siaga atau tanggap darurat. Kekeringan sering melanda NTT setiap tahun,” ujar Ambros.
Menurut Ambros, koordinasi dan kerjasama lintas sektor akan sangat diperlukan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk menyiapkan langkah-langkah efek El Nino bagi ketersediaan pangan. Kami ingin menyampaikan bahwa semua informasi berhubungan dengan ini BPBD akan melakukan tugas dan fungsi terkait dengan penanganan dampak kekeringan,” tandasnya. (*)



Tinggalkan Balasan