Beranjak dari konsep terebut, maka pemerintah Provinsi NTT membuat indikator makro, yang meliputi emisi gas rumah kaca, agar sebisa mungkin menekan penggunaan karbon, seperti penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) sehingga tidak berdampak pada kerusakan iklim dan lingkungan.

“Penting bagi NTT, karena ada indikator makronya seperti yang saya sampaikan tentang emisi gas rumah kaca. Orientasinya, kita harus mencapai target tertentu pada aplikasi yang dirancang oleh Bappenas untuk kita mengisi. Kita sudah tahu kita punya emisinya seperti apa, rendah karbon seperti apa, kalau kita melakukan apa,” ujar Alfonsus kepada wartawan, Kamis 30 Maret 2023.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi hijau sangat penting, karena bumi semakin tua dan rentan terhadap berbagai perubahan iklim, yang bisa mengakibatkan cuaca ekstrim, hingga bencana alam yang berdampak pada tatanan kehidupan manusia. “Itu akibat bumi tidak terjaga dan bisa merugikan manusia,” ungkapnya.

Selain ekonomi hijau, NTT juga kaya akan ekonomi biru dengan kekayaan alam laut yang luar biasa, dan jika dikelola dengan baik, maka hasilnya sangat baik.