Karena pada dasarnya, anggota yang tergabung dalam Koperasi ini rata-rata berasal dari kelompok petani.
“Sehingga dengan demikian pemerintah diminta untuk mendukung mereka khususnya dari segi pertanian seperti penyuplaian pupuk yang bersubsidi,” tambahnya.
Sementara Ketua Panitia RAT TB 2022 Safrianus Haryanto Djehaut menyampaikan, pelaksanaan RAT hari ini selalu sentimentil, karena perayaan RAT selalu berdekatan dengan tanggal meninggalnya founder yakni Maria Moe sebagai pendiri awal koperasi.
Ia meyakini, harapan Mawar Moe adalah segala mimpi dan cita-cita yang ia bangun itu, akan menjadi sejarah yang akan diwariskan kepada keturunannya.
Selain itu Jefrin juga mengakui, jika RAT tahun ini masih dalam masa pandemi covid 19, artinya situasi ekonomi belum pulih.
“Oleh karena itu hari ini kita sampaikan bahwa kita sedang pelan-pelan pulih artinya juga kita berkumpul seperti ini sudah menjadi hal yang luar biasa,” ungkap Jefri Haryanto panggilan akrabnya dalam sambutan.
Dikatakannya, pelaksanaan RAT kali ini beberapa perubahan yang kecil diantaranya penekanan pendidikan terhadap anggota.
“Artinya 70% kalau kasi waktu hanya diisi untuk menambah kapasitas kita. Seperti yang kita saksikan disekeliling ruangan RAT, banyak pesan-pesan edukatif di situ, karena kita ingin RAT ini harus berkualitas dan banyak hal yang kita dapat dari sini artinya ilmunya kita dapat,” terangnya.
Sehingga untuk RAT ke depan harus punya keintiman sebagai forum silaturahmi dan reuni untuk menyatukan langkah bersama serta tetap mendapatkan pengetahuan baru tentang koperasi.
Selain itu Kadis Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB dan P3A) Matim ini menambahkan, jika kali ini beberapa doorprize yang diberikan oleh Koperasi Mawar Moe kepada anggota yang berbeda dengan tahun sebelumnya.
Jika tahun sebelumnya doorprize berupa rice cooker, maka tahun ini doorprizenya berupa beras. (*)







Tinggalkan Balasan