Buntut Dugaan Pungli, DKP Manggarai Bina Petugas Wisata Tambak Dalo

Menurutnya, petugas wisata Tambak Dalo mungkin memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga mereka tidak bisa menerjemahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2011 secara baik.

Hendrikus Sukur. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Petugas Wisata Tambak Dalo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat yang mengunjungi lokasi wisata tersebut.

Menanggapi informasi itu, Kepala Dinas Kelutan dan Perikanan (DKP) Manggarai, Hendrikus Sukur mengaku akan memberikan pembinaan khusus terhadap petugas wisata di Tambak Dalo.

“Terkait permintaan karcis masuk sebesar Rp50 ribu, kami akan tetap berikan pembinaan khusus terhadap petugs kami,” ujar Kadis Hendrikus, Selasa 7 Maret 2023.

Menurutnya, petugas wisata Tambak Dalo mungkin memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga mereka tidak bisa menerjemahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2011 secara baik.

“Jadi seolah-olah kegiatan mancing itu, dapat atau tidak tetap bayar Rp35 ribu per kg ikan. Tetapi sebenarnya, dalam Perda itu apabila pemancing mendapat ikan baru dikenakan biaya timbang Rp35 ribu per kg,” terangnya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kroscek ke petugas di Tambak Dalo, dan pengakuan mereka bahwa tidak sama sekali melakukan pungli Rp50 ribu kepada para pengunjung.

“Disini saya mau luruskan. Bahwa masuk ke taman wisata atau kolam Dalo itu ada klasifikasi. Orang dewasa biaya masuk Rp5 ribu, sementara pelajar sampai mahasiswa Rp2 ribu, sesuai Perda Nomor 17 Tahun 2011,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dukung IKN, 50 Peserta di Manggarai Ikut Latihan Uji Sertifikasi Pekerjaan Jalan

Khusus para pemancing, kata Kadis Hendrikus, sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda), dimana jika pemancing mendapat berapapun jumlah ikan, wajib ditimbang dengan harga per kg Rp35 ribu.

“Memang ada perbedaan ikan konsumsi. Yang kami jual itu Rp50 ribu per kg. Dan itu sesuai dengan standarisasi bupati,” ungkap Kasus Hendrikus.

Dia menerangkan, terdapat perbedaan ikan hasil mancing dan hasil tangkap sendiri, karena ada kegiatan rekreasi yang dilakukan di lokasi wisata Tambak Dalo.

“Orang lakukan pemancingan berarti istilah kasarnya bahwa dia melakukan penangkapan sendiri karena hobi, dan hasil tangkapnya melalui pancingan itu kita patok harganya Rp35 ribu. Kalau ikan konsumsi harganya Rp50 ribu,” terangnya.

Ia menambahkan, PAD Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Manggarai yang diperoleh dari retribusi wisata Tambak Dalo mencapai jutaan rupiah per bulan.

“PAD selama ini rata-rata Rp1.5 juta per bulan, sehingga kadang-kadang tidak mencapai target per tahun dengan jumlah Rp873 juta, karena mungkin animo masyarakat berkunjung kesana berkurang,” pungkasnya. (*)