“Undana, khususnya Fakultas Hukum patut berbangga karena salah satu alumninya adalah pejabat tinggi negara yaitu yang mulia Hakim Konstitusi Dr. Daniel Yusmic P. Foekh, SH., MH,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Prof. Maxs kehadiran alumni FH Undana harus dimaknai sebagai dorongan untuk bergerak cepat meningkatkan akreditasi FH, menjadi Unggul. Sebab, FH merupakan Fakultas tertua di Undana.
Lebih lanjut, kata Rektor, sosialisasi tersebut sangat penting bagi mahasiswa untuk memaknai keberagaman, saling menghargai dan toleransi sebagai sesama anak bangsa.
Menurut Prof. Maxs, jika seseorang mahasiswa tidak mempunyai wawasan kebangsaan yang baik, maka dia akan menjadi mahasiswa yang apatis dan tidak mampu membawa diri untuk beradaptasi dan bersaing di era globalisasi yang kian pesat.
Rektor juga mendorong agar mahasiswa bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk bisa mendapat pengalaman dan ilmu dari dua narasumber.
Hakim Konstitusi Prof. Arif dalam paparannya menegaskan, bahwa bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki Pancasila sebagai ideologi negara. Ia memiliki keyakinan bangsa ini akan terus eksis dengan ideologi Pancasila. Sebab, negara-negara dengan ideolgi agama pun saat ini, gaya hidup masyarakatnya semakin hedon, tanpa mengutamakan nilai-nilai Ketuhanan, gotong royong maupun toleransi.





Tinggalkan Balasan