Bahkan dia juga mempertegas bahwa Stenly juga bukan menjadi seorang PR atau juru bicara di bank, karena Bank NTT menurutnya sangat memahami kapasitas Stenly sebagai jurnalis dan bukan pada bidang PR.
“Beliau tidak punya keahlian untuk itu (PR). Namun karena pengalaman beliau bekerja di media, punya kompetensi, sertifikasi dalam pekerjaan-pekerjaan jurnalistik, sehingga kita mengajaknya bergabung. Jelasnya membantu teman-teman kita di Humas untuk belajar tentang itu. Jadi Pak Stenly bukan seorang karyawan sehingga harus mundur dari profesinya. Beliau tenaga ahli dan sifatnya temporary,” pungkasnya. (*)
Halaman





Tinggalkan Balasan