“Jadi kalau soal kepercayaan jangan diragukan, karena setiap tahun dievaluasi. Seluruh pimpinan kabupaten, bupati dan walikota termasuk gubernur untuk mengelola ini,” tegas dr. Taolin Agustinus.

Ia menambahkan, tahun 2022, Pemkab Belu mendapat keuntungan Rp6 Miliar dari pembagian sisa hasil usaha.

Keuntungan itu dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Belu untuk membangun Kabupaten di perbatasan RI-RDTL tersebut.

Atas fakta-fakta dukungan dari Bank NTT itulah, dr. Taolin Agustinus menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT.

“Oleh karena itu sekali lagi terima kasih kepada Bank NTT dan kerja sama ini kita lanjutkan sampai ke desa. Dengan sistem keuangan desa, digitalisasi, dan sebagainya dan ini adalah sebuah hal yang baik yang mesti terus kita dorong,” ujar Taolin.

Ke depan pihaknya terus mendorong agar semua transaksi dengan Pemkab Belu yang melibatkan pengusaha, pemborong, akan menggunakan jasa Bank NTT. (HUMAS BANK NTT)