Masih menurutnya, jika dikalkulasi, dari 227 ribu masyarakat Kabupaten Belu, setiap warga memiliki uang di Bank NTT senilai Rp3 Juta.
Ia berharap agar ke depan masyarakat perlu didampingi, sehingga mereka benar-benar melek teknologi.
“Jadi saya mau katakan, kalau bicara tentang bank maka ada di benak kita orang Belu adalah Bank NTT. Oleh karena itu dalam setiap pelayanan juga di sini menuju ke digitalisasi. Banyak kemudahan diberikan,” ucapnya.
“Termasuk kesehatan gratis semua. Jadi setiap mengakses kegiatan-kegiatan di Kabupten Belu, kita pastikan sudah jadi nasabah Bank NTT atau belum, karena memang masyarakat kita ini tidak mudah untuk menggunakan aplikasi-aplikasi. Memang harus perlu pelatihan dan pendampingan untuk penggunaan aplikasi Mobile Banking,” pungkas Bupati Belu.
Hadir saat itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Stefanus Donny Heatubun, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Japarmen Manalu, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho serta sejumlah undangan. (HUMAS BANK NTT)





Tinggalkan Balasan