“Kami juga berharap kepada peserta pelatihan agar tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi harus terus belajar mengembangkan kemampuannya scara profesional dan kompetitif, agar IPSI NTT memikiki wasit juri dan pelatih yang handal,” sambungnya.

Sekretaris Umum IPSI NTT, Ferdinan Ama Tae menuturkan, peraturan terbaru ini sama sekali berubah dari nol, dari tata cara pemanggilan atlit masuk lapangan berubah, tata cara wasit membina atlit pun berubah. Kemudian teknik-teknik serangan pun berubah.

“Protes seorang pelatih tidak seperti dulu lagi kalau protes dia pake blangko protes, kemudian wasit juri kalau ragu dalam mengambil keputusan tidak lagi dia panggil juri untuk menanyakan seperti yang lalu, tapi sudah ada istilahnya VAR dan verifikasi. Dan ini yang kita mau terapkan kepada adek-adek kita semua,” tandas Ferdinan. (*)