Berlandas pada konteks sosial masyarakat Nuca Lalé, mengacu pada pedoman etis, dan pendasaran biblis-teologis keterlibatan Gereja, maka dalam mewujudkan Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan,
“kami berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program edukasi dan penguatan spiritual (motivasi dan komitmen) tentang Ekonomi SAE: Sejahtera, Adil, dan Ekologis. Lebih dari itu, kami ingin melaksanakan aneka program pastoral ekonomi berkelanjutan,” ungkapnya.
Secara langsung ditangani oleh paroki atau lembaga dan secara tidak langsung ditangani oleh paroki melalui Promosi, Animasi, dan Fasilitasi (PAF).
“Dalam bidang edukasi Ekonomi Berkelanjutan, Kami ingin melaksanakan program-program berikut: sosialisasi Surat Gembala Natal dan Paskah Uskup, khotbah pelayan pastoral, rekoleksi paroki/kelompok kategorial/lembaga, katekese umat, pengumuman/imbauan paroki, seminar/lokakarya/hari studi, dan lonto léok. Semua program ini bertemakan Ekonomi SAE: Sejahtera, Adil, dan Ekologis. Begitu juga dengan bidang penguatan spiritual (motivasi dan komitmen), bidang program ekonomi yang langsung dikelola oleh paroki, bidang pendampingan kelompok dan kegiatan sosial ekonomi umat,” lanjutnya.
Ia menambahkan, dalam upaya penguatan modal ekonomi umat di paroki, akan membentuk dan mengembangkan koperasi jalur paroki, arisan keluarga/KBG, pendidikan koperasi umat, dan memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sedangkan untuk penguatan ekonomi finansial paroki, kami secara khusus ingin melakukan edukasi, pembaruan sistem dan pola penggunaan dana kolekte, IGM (Gesshar), gerakan APP, serta dana Aksi Natal dan Paskah.
“Untuk mengembangkan pariwisata rohani yang terintegrasi dengan dimensi ekonomis, maka kami berkomitmen untuk terus menghidupkan festival religi kultural ekonomis, prosesi religi kultural ekonomis, festival Natal Religi Kultural Ekonomis (paroki se-kota Ruteng) di paroki/lembaga/komunitas kami. Kami juga terus memberi perhatian khusus pada orang-orang kecil, miskin, lemah, dan tak berdaya dalam Tahun Ekonomi Berkelanjutan. Karena itu, kami ingin mengadakan pendampingan khusus bagi keluarga migran, keluarga yang berada di wilayah lingkar tambang, orang difabel, ODGJ, dan bayi stunting,” jelasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, PAF kelompok ekonomi budaya di paroki dan PAF ekonomi pariwisata alam (ecotourism) , Dalam mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan dengan melanjutkan event Pariwisata Holistik Keuskupan, yakni Festival Golo Koe, Labuan Bajo (10—15 Agustus 2023), Festival Golo Curu, Ruteng (5—7 Oktober 2023), dan Perayaan Hari Pariwisata Internasional 2023 (Manggarai Timur).
“Kami juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan stakeholder ekonomi dan mendampingi mereka dalam bentuk edukasi, penguatan spiritual dengan tema ekonomi dalam perspektif Ajaran Sosial Gereja (ASG), dan aneka kegiatan pelatihan pengembangan potensi para pelaku ekonomi lokal (kuliner, kerajinan, dan pemasaran),” paparnya.
Pengembangan sosial ekonomi yang efisien dan efektif terjadi atas dasar basis data yang obyektif. Karena itu kami ingin terus melanjutkan pastoral data dan terlibat dalam sistem Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK). Kemudian dalam dunia Lembaga Pendidikan Katolik,
“kami akan mengupayakan Pendidikan yang melayani martabat manusia, mendorong kebebasan, dan kreatifitas peserta didik serta berwawasan lingkungan. Hal ini selaras dengan gerakan nasional Pendidikan Merdeka yang sedang berjalan sekarang ini,” jelasnya.

