Mgr. Sipri Hormat Sampaikan Hasil dan Program Ekonomi Berkelanjutan

Termasuk Program Pastoral Ekonomi Berkelanjutan: SAE 2023.

Mgr. Sipri Hormat Sampaikan Hasil dan Program Ekonomi Berkelanjutan. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Hasil Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng Tahun Pastoral tentang Ekonomi Berkelanjutan: Sejahtera, Adil, Dan Ekologis (Ekonomi SAE) dengan tema “Kiranya Keadilan Bermekaran Dan Kemakmuran Berlimpah)” (Mzm.72:7) yang bertempat di Wae Lengkas-Ruteng, 9-12 Januari 2023.

Dalam Sidang penutupan ini, Mgr. Siprianus Hormat menyampaikan hasil-hasil sidang dan rekomendasi diantaranya Evaluasi Pastoral Pariwisata Holistik 2022.

Mgr. Sipri mengatakan sebelum menjalankan Tahun Ekonomi Berkelanjutan 2023, pihaknya mengadakan evaluasi atas Tahun Pastoral Pariwisata Holistik 2022. Dari evaluasi itu mengetahui bahwa perubahan atau target pastoral (outcome) sungguh-sungguh tercapai walau dengan capaian yang bervariasi untuk masing-masing paroki.

“Kami melihat para pelayan pastoral dapat mendesain dan mengorganisasi gerakan pastoral pariwisata holistik yang berpartisipasi, berbudaya, dan berkelanjutan. Demikian juga Umat Allah Keuskupan Ruteng semakin menyadari, termotivasi, dan terlibat dalam berbagai program dan gerakan Pariwisata Holistik,” jelasnya.

Ia mengatakan, dengan berfokus pada pastoral pariwisata holistik selama tahun 2022, Gereja Keuskupan Ruteng telah menampilkan dirinya sebagai “Gereja pintu-pintu terbuka” (EG 49), yakni: Gereja yang berjalan ke luar sampai ke batas-batas untuk merangkul semua orang miskin, sengsara, dan “semua orang yang berkehendak baik”.

“Gereja yang tidak hanya berpuas diri dengan melayani secara rutin tujuh sakramen, tetapi melalui pastoral pariwisata holistik sungguh berupaya menjadi “sakramen penyelamatan Kristus” (LG 1) dan “ ingin terlibat dalam tangis dan kegirangan dunia” (bdk. GS 1).

BACA JUGA:  Melki Apresiasi Kebijakan Prabowo Hapus Utang UMKM, Bukti Keberpihakan Pada Ekonomi Rakyat

Program-program pastoral pariwisata holistik (output) telah sungguh-sungguh membumi dan menjawab kebutuhan konkret umat dan turut membaharui kehidupan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, Program pariwisata rohani seperti ziarah dan prosesi, program pengembangan sosial ekonomi dalam fasilitasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) paroki, program pariwisata sosial budaya seperti pentas seni lokal yang memukau, dan program pariwisata alam berupa promosi keindahan situs wisata alam, semuanya telah mendorong dinamika pastoral yang tergurat dalam kalbu umat.

“Demikian pula Festival Golo Koe, Festival Golo Curu, Perayaan Hari Pariwisata Internasional di Rekas bergaung megah dan mulia ke segenap antero, serta meninggalkan jejak-jejak narasi yang tidak pernah berakhir,”ungkapnya.

Program Pastoral Ekonomi Berkelanjutan: SAE 2023

Menurut Mgr. Sipri, Selain memiliki kompetensi etis-spiritual, Gereja Katolik juga memiliki kompetensi diakonia dalam bidang sosial ekonomi. Hal ini terwujud dalam diakonia karitatif yang memberi bantuan langsung kepada korban yang menderita dan miskin. Selain itu, hal ini terungkap dalam diakonia transformatif yang memberdayakan dan memandirikan kelompok umat rentan agar mampu mengusahakan kesejahteraan hidup.

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS