Dari sisi NPL (Non Performing Loan), Bank NTT terus melakukan sejumlah strategi terbaik untuk menekan dan mengendalikan NPL. Hasil proyeksi, NPL Bank NTT pada akhir tahun mencapai 2,8 persen.
“Dari tahun 2021 sampai sekarang, untuk kredit-kredit yang kita berikan, NPL nya terjaga dengan baik. Tidak ada yang bermasalah,” tandasnya.
Ke depan, Bank NTT akan terus melakukan pembiayaan terhadap sektor UMKM, pertanian yaitu program TJPS, juga untuk ketahanan energi. “Kita berencana akan membiayai biomasa di Kabupaten TTU,” tutup Stefen Messakh. (*)
Halaman





Tinggalkan Balasan