Kemudian kredit modal kerja Bank NTT bertumbuh 97 persen dari target anggaran di tahun 2022. Sedangkan kredit investasi terus bertumbuh mencapai angka 77 persen.

“Kita concern di pertumbuhan yang memperkuat fundamental ekonomi NTT. Kita bertumbuh dari pembiayaan UMKM yang sementara ditindaklanjuti oleh semua kantor cabang,” jelasnya.

Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefen Messakh menambahkan, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, bahwa tahun 2024 rasio pembiayaan inklusi makro prudensial semua bank harus mencapai angka 30 persen.

“Bank NTT bulan November 2022 kita sampaikan ke Bank Indonesia bahwa kita sudah mencapai angka 24,3 persen,” ucapnya.

Adapun rasio pembiayaan inklusi makro prudensial adalah pembiayaan inklusif untuk kredit-kredit UMKM dan MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Dengan capaian di atas 20 persen, maka Bank NTT akan mendapat pembiayaan dana insentif.

“Artinya dana tidak terkumpul di Bank Indonesia, tapi kita gulirkan lagi untuk pembiayaan kredit. Target 2024, kita optimis akan mencapai 30 persen sesuai yang disampaikan oleh Bank Indonesia,” ujar Stefen Messakh.