Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat itu dalam pernyataannya menjelaskan bahwa tahun ini ada 115 desa yang menjadi peserta festival. Dan hari ini Bank NTT tidak saja mengajak warga untuk mengembangkan kapasitas usahanya melainkan berkontribusi bagi daerahnya.
Gubernur NTT Viktor Laiskodat sebelumnya pun menegaskan “Bank NTT hari ini sudah bergerak jauh untuk menjadi sebuah lembaga jasa keuangan, industri keuangan, menjadi basis untuk menjadi pionir dalam pembangunan UMKM dan sebagai gubernur saya gembira sekali”.
Untuk diketahui, para tokoh yang dilibatkan sebagai juri yakni Prof. Dr. Daniel Kameo, Ph.D (Staff KhususGubernur NTT), Pius Rengka, SH., M.Sc (Staff Khusus Gubernur NTT), Handrianus Paulus Asa (Bank Indonesia Perwakilan Prov. NTT)¸ Edy Purwanto (Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Prov. NTT), Ni Dewa AgungAyu Sri Liana Dewi (Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang), Alexon Lumba, SH., M.Hum/ Sandy A. J. L. Pranadjaya (Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Prov. NTT), Joni Lie Rohi Lodo, SH (Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT), Tamran Ismail, S.Si., MP (Kantor Balai Pengawasan Obat dan Makanan Prov. NTT), Bobby Lianto (Ketua KADIN NTT), Dr. James Adam (Akademisi) dan Stanley Boymau (Konsultan Humas Bank NTT). Sementara para pemenang festival akan mendapatkan plakat dan dana pendampingan capasity buiding. (Humas Bank NTT)





Tinggalkan Balasan