“Penilaian dilakukan dengan melihat langsung potensi yang ada dimana juri melihat langsung potensi tersebut serta dampaknya pada pendapatan asli daerah. Dengan melihat indikator penilaian di bidang ekonomi, sosial, lingkngan, kelembagaan dan PAD dengan total indikator sebanyak 76 buah,” urai Prof. Intiyas.
Festival ini merupakan program Bank NTT yang bertujuan dalam pemberdayaan masyarakat dan kemandirian dalam sektor ekonomi dan keuangan yang berbasis pada potensi unggulan, yang dimiliki oleh sebuah desa dan dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri serta berprestasi.
Sebelumnya, pengumuman malam itu ditandai dengan handscan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Kapolda NTT Irjen Pol Johny Asadoma, Danlanud El Tari Kupang Aldrin Petrus Mongan, Bupati SBD, Kornelis Kodi Mete serta hampir seluruh kepala daerah se-NTT. Hadir juga para direksi Bank NTT yakni Direktur Dana, Johanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe dan Komisaris yakni Komisaris Utama Juvenile Jodjana, dan dua komisaris independen lainnya masing-masing Samuel Djoh Despasianus dan Frans Gana.





Tinggalkan Balasan