Kupang, KN – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Astri Manafe dan anaknya Lael Maccabee kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Senin 21 November 2022 siang.

Dalam persidangan, terdakwa Irawati Astana Dewi Ua, membantah sejumlah kesaksian yang disampaikan saksi Fitriani Ibrahim.

Hal itu disampaikan terdakwa Irawati Ua, ketika majelis hakim meminta terdakwa untuk menanggapi keterangan Fitriani Ibrahim, yang dihadirkan JPU sebagai saksi.

“Bagaimana dengan keterangan saksi? Apakah semua keterangan sudah benar? Atau ada yang tidak sesuai,” tanya hakim kepada terdakwa Irawati Ua.

Terdakwa Irawati Ua langsung membantah tiga poin dari keterangan yang disampaikan saksi Fitriani Ibrahim, saat bersaksi di hadapan para jaksa dan majelis hakim.

Menurut Irawati Ua, keterangan yang disampaikan saksi Fitriani terkait dirinya meminta bukti GPS mobil Rush adalah tidak benar.

“Saya tidak minta bukti GPS mobil. Tetapi dia yang screenshot dan kirim ke saya lokasi terkahir keberadaan mobil. Tetapi saya juga tidak mengerti, karena di dalam gambar itu hanya garis-garis saja begitu,” ujar Ira Ua.

Selain itu, Ira Ua mengaku tidak pernah bercerita ke saksi Fitriani Ibrahim, terkait pernyataan yang menyebut kalau “hidup saya tidak tenang, kalau Astri masih hidup”.

Keterangan saksi lain yang dibantah terdakwa Irawati Ua adalah, ia juga tidak pernah curhat lebih jauh kepada saksi Fitriani Ibrahim, terkait masalah yang ada didalam rumah tangganya.

“Saya tidak pernah curhat lebih jauh terkait masalah rumah tangga, karena menganggap Fitriani bukan teman curhat saya,” tandasnya.

Sementara saksi Fitriani Ibrahim, menegaskan tidak akan mengubah keterangan apapun yang sudah disampaikan. Ia yakin bahwa keterangan yang disampaikan berdasarkan apa yang didengar dari terdakwa Irawarti Ua.

“Saya tetap pada keterangan saya, dan tidak akan mengubahnya,” ungkap Fitriani Ibrahim.

Terima Telepon dari Sam

Dalam keterangannya, saksi Fitriani juga menceritakan kronologi awal ketika menerima telepon dari Samuel, yang merupakan pengelola rental, bahwa mobil Rush miliknya dirental orang untuk membunuh orang.