Sementara terkait keberadaan aneka produk UMKM yang dipajang di Café Bitauni, menurut Romo Donatus Tefa, Pr., secara swadaya dikelola oleh umat di wilayah pelayanannya. “Kami berterimakaish karena Bank NTT sudah membangun tempat ini bagi kami sehingga kedepan akan menjadi tempat persinggahan bagi para pelaku perjalanan baik itu dari Atambua ke Kefa, SoE dan Kupang maupun sebaliknya. Apalagi ini adalah trans Timor sehingga yang mau berhenti untuk ngopi, kami persilahkan,” ujarnya ditambahkan Yulius Djami selaku pimpinan Bank NTT Capem Oelolok bahwa di Lopo tersebut, agen di sana menerima pembelian token listrik, pulsa HP berbagai operator, maupun pembayaran Samsat online, BPJS, maupun jenis pembayaran lainnya.
Stenly Boymau yang tahun ini adalah tahun kedua menjadi juri Festival, menegaskan bahwa usaha yang sudah dilakukan oleh Bank NTT, pemerintah kecamatan, Desa dan juga Paroki, adalah sebuah upaya yang bagus dan layak diapresiasi. Apalagi menurutnya, tepat di depan Café Bitauni ada sebuah destinasi wisata religi yang memiliki nilai history tinggi. Yakni Goa Bitauni. Goa ini sudah dikenal sebagai sebuah tempat doa, dan tak sedikit umat yang mengalami pemulihan ketika melakukan ziarah dan berdoa disana.





Tinggalkan Balasan