Karena keterbatasan biaya, anaknya Fransisco hingga kini masih menggunakan kantong kolostomi yang disarankan oleh dokter selama dua bulan terakhir.
“Selama ini dia pakai kantong dan pampers yang di sarankan oleh dokter, sementara harganya Rp80 – 90 ribu per kantong. jadi total pengeluaran biaya selama ini sekitar belasan juta. Uang ini merupakan tabungan kami dan hasil jual sapi dan babi, Namun saat ini kami sudah tidak punya apa,-apa,” katanya.
Ia menjelaskan, sekarang Fransisco menggunakan kantong yang dibuat sendiri, karena tidak lagi memiliki biaya untuk membeli kantong dan pampers.
Paskalis menambahkan, kini mereka hanya pasrah dan berserah kepada Tuhan. Mereka hanya bisa berdoa, semoga ada orang baik diluar sana yang berbaik hati untuk meringankan beban dari penyakit yang diderita putranya.
“Sementara belum ada yang membantu pak, sempat ada yang mendatangi namun hingga kini belum ada realisasi, harapannya semoga pemerintah dan siapapun biasa membantu untuk membiayai operasi yang dialami anak kami ini,” harap Paskalis



Tinggalkan Balasan