“Setelah dari Pustu Ulungali, dua hari kemudian saya cek kondisinya, ternyata tidak ada lubang anus,” ungkap Paskalis kepada wartawan, Rabu 16 November 2022.
Melihat kondisi anaknya, Paskalis langsung memutuskan untuk membawa Fransisco ke Puskesmas Ponggeok untuk mendapatkan perawatan secara medis.
“Di Puskesmas di tangan oleh dokter, namun waktu itu dokter sarankan agar Fransisco di rujuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng,” jelasnya.
Mereka kemudian merujuk Fransisco ke RSUD Ben Mboi Ruteng untuk dilakukan operasi pembuatan saluran pembuangan kotoran sementara. Disana ia dirawat selama 12 hari.
“Kemudian ia dioperasi pada perut bagian kiri. Dokter juga menyarankan untuk operasi membuat lubang anus dan sambung usus di Bali,” terangnya.
Mendengar rekomendasi dokter, Paskalis dan isterinya merasa cemas, lemas dan tidak tidak bergairah, karena tidak memiliki kecukupan biaya.
“Gaji saya tidak cukup dengan biaya yang begitu banyak. Kebutuhan sehari-hari selama ini saja juga masih belum pas,” ucap Paskalis sambil menyeka air matanya.



Tinggalkan Balasan