Kepala Sekolah SMPN 1 Ruteng Cancar, Albertus Jehaut, mengatakan, dari lima pilar STTBM, pihaknya sudah menerapkan semuanya di lingkungan sekolah SMPN 1.

“Artinya sudah banyak materi dan praktik yang sudah diterapkan, selama Plan Indinesia ada bersama kami,” ungkap Albertus.

Dia menerangkan, praktik yang sudah dijalankan SMPN 1 Ruteng Cancar berupa pengelolaan limbah rumah tangga yang aman. Seperti limbah cair yang perlu dikelola agar tidak mencemari sumber air.

Selain itu tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah. Sementara limbah padat dikelola agar tidak menimbulkan bau, mencemari permukaan tanah, serta air tanah.

“Beberapa limbah masih bisa dimanfaatkan. Seperti limbah air kelapa untuk pembuatan nata de coco, limbah tahu untuk pembuatan nata de soya, dan limbah tahu dan tempe untuk pakan ternak,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga menyiapkan enam titik tempat cuci tangan, serta taman ke ruangan Inklusi, dan masih banyak lagi fasilitas yang disiapkan.

“Tujuannya agar masyarakat terlindung dari penyakit atau gangguan kesehatan karena bahan-bahan pencemar pada limbah yang tidak di kelola dengan benar,” pungkasnya. (*)