“Sekolah juga menyiapkan sarana dan prasarana lain seperti tempat cuci tangan pakai sabun, dan menyiapkan daerah resapan air limbah khususnya limbah air cuci tangan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, pihak sekolah juga memberi tanggung jawab kepada guru UKS untuk mengatur jadwal kegiatan, serta membuat taman literasi bagi siswa dengan memanfaatkan lingkungan sekolah.

“Yah tentunya banyak sekali perubahan disekolah kami, diantaranya peer educator miliki tanggung jawab membagikan informasi yang diperoleh, membuat target pencapaian bulanan dengan kegiatan yang melibatkan siswa dan  membangun komunikasi dengan orang tua untuk semua kebijakan yang kami buat,” ungkapnya.

Penerapan kegiatan lainya, kata dia, dilakukan melalui beberapa strategi, yakni memisahkan antara toilet putra dan putri, dengan memberikan nama di depan masing-masing pintu toilet.

“Penugasan piket harian bagi siswa kelas 5 dan 6 untuk membersihkan wc dan memperhatikan air di setiap wc. Guru piket berkewajiban bersama murid memperhatikan kebersihan wc, dan masih banyak lainya yang sudah kami jalankan selama ini,” tandasnya.