Dia menjelaskan, alasan utama menolak rencana perluasan PLTP Ulumbu karena hasil advokasi bersama JPIC OFM, banyak janji-janji palsu pihak PLN kepada masyarakat, yang hingga kini belum juga dipenuhi.

“Janji yang mereka sampaikan itu berupa penerangan, lapangan kerja, dan listrik cuma-cuma. Tetapi kita melihat itu hanya alibi perusahan untuk membohongi masyarakat,” jelasnya.

Inormasi yang diperoleh piahaknya, menyebut wilayah Damu masih terdapat 40 KK yang belum dialiri listrik. Selain itu, warga Damu tidak dilibatkan dalam pekerjaan sesuai yang dijanjikan.

“Sudah jelas ada buktinya terhadap masyarakat di Damu. Dan orang yang bekerja di sana juga tidak ada orang Damu. Kalau terkait listrik, masih 40 KK yang belum dialiri listrik. Lalu ada yang punya listrik, itupun mereka beli, bukan dihadiahkan oleh PLTP Ulumbu,” tandasnya.

Hadirnya PLTP Ulumbu Memicu Konflik

Direktur Eksekutif OFM, Pastor Fridus Derong, juga menilai kehadiran PLTP Ulumbu akan memicu konflik di tengah masyarakat.

“Karena sekarang sudah ada pro dan kontra. Sebelum hadirnya perluasan PLTP Ulumbu, kondisi di tengah masyarakat baik-baik saja,” jelasnya.