Menanggapi pencatutan nama lembaga gereja oleh PLN, Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) dari Keuskupan Ruteng dan Ordo Fransiskan (OFM) membantah keras bahwa pihaknya tidak pernah berkonsultasi terkait perluasan PLTP Ulumbu dengan PLN.
Direktur Eksekutif OFM, Pastor Fridus Derong saat dikonfirmasi media menegaskan, pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan konsultasi terkait perluasan PLTP Ulumbu.
Menurutnya, mereka hanya diundang untuk mengikuti sosialisasi yang diinisiasi oleh pihak PLN, dan bukan untuk berkonsultasi terkait PLTP Ulumbu. Karena JPIC juga menyatakan sikap untuk menolak rencana perluasan PLTP Ulumbu.
“Tidak benar itu, tidak ada konsultasi dengan kami. Kalau sosialisasi dan konsultasi itu beda. Jadi untuk konsultasi, tidak ada. Itu kebohongan mereka,” ungkap Pastor Firdaus.
JPIC OFM, kata dia, selalu ada bersama masyarakat Poco Leok untuk menolak pengembangan Geotermal itu. Karena di satu sisi, banyak masyarakat yang sudah menjadi korban.
“Kami sudah kesana bertemu warga dan tua adat. Dan Sikap JPIC OFM berpihak kepada masyarakat. Karena disatu sisi sudah menjadi korban, terutama mereka yang sudah di wewo dan juga calon masyarakat yang menjadi korban,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan