Sedangkan saat melakukan peninjauan ke lingkungan SD dan SMP ditemukan sejumlah sekolah yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam menata kebersihan, kurangnya tempat sampah hingga kebersihan toilet yang kurang baik. Ia meminta kepada para kepala sekolah untuk terus fokus dan mengimbau dan mengajak para siswa dalam menjaga kebersihan dan penanganan sampah. Khusus untuk tempat sampah, Pemerintah Kota Kupang telah berupaya bersama sejumlah _stakeholder_ melalui program CSR agar dapat memberikan tempat sampah kepada sekolah-sekolah maupun fasilitas publik lainnya. Harapannya ke depan setiap 200 meter ruang publik di Kota Kupang memiliki tempat sampah. Kepada para kepala sekolah dan guru yang ditemui, Penjabat Wali Kota minta untuk memanfaatkan secara maksimal ruang-ruang kelas yang ada di luar jam sekolah, untuk les-les tambahan bagi para siswa dan klub Bahasa Inggris.
Selain 3 sekolah yang sudah dikunjungi di Naioni, sejumlah sekolah yang telah dikunjungi antara lain; TK Kristen Pniel Sikumana, TK Kristen Tunas Gloria, TK Kristen Siloam Kota Baru, TK Horeb, TK Gereja GMIT Kota Baru, SDI Perumnas 2, SDI Perumnas 3, SDI NBD, SDN Nunhila, SD Oesapa Kecil, SMP Negeri 1 Kupang, SMP Negeri 2 Kupang, SMP Negeri 4 Kupang, SMP Negeri 5 Kupang, SMP Negeri 6 Kupang, SMP Negeri 8 Kupang, SMP Negeri 10 Kupang, SMP Negeri 12 Kupang, SMPN 16, SMPN 19, SMP Negeri 20 Kupang. (PKP_chr/ans)





Tinggalkan Balasan