Namun diakui Rikus, jika nanti proyek tersebut jadi dibanngun, tapi harga tanah atau lokasi tidak sesuai, maka pihaknya tidak akan memberikan tanah mereka ke perusahan.

“Itu yang harus dibahas kembali bersama, karena bukan hanya saya, artinya kita sama – sama protes dengan mereka (PLN) dan nanti kalau saya jual lalu tidak cocok harga, saya tidak akan jual,” tegasnya.

Menurutnya, Lokasi yang di targetkan perusahan tersebut terletak di “Lingko Mesir” yang sudah dimiliki banyak orang.

“Luas tanah saya punya 10 × 100 Meter, di lokasi kami sebenarnya ada 27 orang, berarti 27 Miliar, jadi 1 Miliar kali satu orang. Karena kalaupun kami sudah tandatangan kami punya persetujuan, tapi kalau tidak cocok harga kami tidak mau,” ungkapnya. (*)