Berkaitan dengan pembangunan NTT, Marthen menegaskan, semua orang bisa membangun dari apa yang dimiliki. Bukan harus menjadi pemimpin, baru semua orang bisa membangun daerah ini.
“Kita tidak mesti menjadi pemimpin dulu baru kita bisa membangun. Dengan apa yang kita miliki, tentu kita akan melakukan sesuatu untuk NTT,” tegasnya.
Setelah bebas, pekan depan Marthen Dira Tome akan ke Sabu Raijua, untuk mempertangungjawabkan janji-janji politik yang belum terealisasi kepada masyarakat.
“Ingat bahwa suatu janji yang disampaikan lalu tidak dieksekusi itu namanya kebohongan. Ada janji yang dilaksanakan tapi gagal, itu namanya kebodohan. Kebohongan dan kodohan itu tipis,” ungkapnya.
“Saya tidak mau dicap sebagai pemimpin bohong sehingga perlu kita cari tahu kenapa janji dan program kita tidak berjalan dengan baik. Saya tidak mau dianggap bohong dan bodoh sehingga saya harus mencari tahu kenapa program kita tidak berjalan sesuai harapan dan cita-cita kita bersama,” tandas Marthen Dira Tome. (*)





Tinggalkan Balasan