“Saya mengimbau bahwa ketika kita mencapai usia 40 tahun, kita semakin dewasa, dan apa yang kita wujudkan dalam kedewasaan kita sebagai lembaga adalah persatuan, perdamaian, kerukunan, dan kesamaan visi,” tutup Pater Rektor.

Harapan yang sama juga disuarakan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Arnoldus Janssen, P. Yulius Yasinto, SVD. Pater Yul mengajak semua civitas akademika Unwira untuk saling memaafkan, jika terdapat kata yang menyakiti, dalam setiap perbedaan pendapat dan kepentingan.

“Mari kita tetap membangun Unwira ke depan dalam kebersamaan. Sekali lagi Viva Unwira, semoga kita sekalian tetap jaya di hari-hari selanjutnya,” ungkap Pater Yul.

Ketua Panitia Panca Windu Unwira, Dr. Elvis Albertus Bin Toni menyampaikan, Unwira dari sejarahnya berdiri pada tahun tanggal 24 September 1982. Begitu banyak dinamika yang terjadi, dan selalu mengiringi perjalanan kampus swasta terbaik di NTT ini.

“Kami bersyukur karena dengan banyak dinamika, Unwira bisa sampai pada titik ini. Kami juga memiliki banyak alumni-alumni hebat di luar sana yang senantiasa memberikan masukan-masukan untuk lembaga, sehingga kami bisa sampai ke titik ini,” kata Elvis Bin Toni.