“Jurnalisme warga menghasilkan informasi atau berita yang sifatnya independen, yang kemudian ditulis dalam situs web,” tukasnya.
Menurutnya, partisipasi di berita situs, berupa komentar pembaca atas sebuah berita yang diunggah atau disiarkan media tertentu.
“Tulisan ringan, seperti dalam milis, dan email. Bentuk jurnalisme warga ini berarti berita atau informasi yang disampaikan secara ringan. Situs pemancar pribadi, artinya menggunakan video situs pemancar atau foto dalam menyebarkan informasi,” katanya
Namun lanjut dia, sayangnya masih banyak orang yang sekedar memposting berita dan seringkali menjadi viral tanpa memperdulikan kebenaran sumber berita, data pendukung yang tidak valid atau tanpa mempertimbangkan apakah isi berita tidak melanggar UU ITE yang ada.
Diketahui, Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 orang yang sudah lolos kriteria seleksi dari hasil karya yang dikirimkan saat seminar, yaitu: 26 anak LC dari Goloworok (4 orang), Colol (5 orang), Ruteng (4 orang), Rai (3 orang), Tal (3 orang), Dampek (1 orang), Bangka Lelak (4 orang), Wewo ( 2 orang). 2 orang murid sekolah dari St. Stefanus, Bangka Lelak 2 orang dari Organisasi mahasiswa, GMNI dan PMKRI.





Tinggalkan Balasan