Ruteng, KN – Desa Goloworok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT merupakan salah satu kampung penghasil Kopi dan Cengkeh.

Lebih dari 80% lahan yang mereka miliki ditanami Kopi dan Cengkeh. Karena letak  geografisnya berada di dataran yang lebih tinggi, Kopi dan Cengkeh menjadi jenis tanaman perdagangan yang cocok untuk para petani.

Namun, beberapa tahun terakhir petani-petani di Goloworok mengalami kesulitan, lantaran perubahan iklim telah berdampak pada berkurangnya hasil panen petani.

“Selama lima tahun terakhir, kami mengalami berkurangnya hasil panen Kopi dan Cengkeh. Sebelumnya hasil panen kami itu cukup berlimpah tapi selama lima tahun terakhir mengalami kekurangan yang cukup signifikan. Bahkan sampai kami mengalami kewalahan dalam memenuhi kebutuhan kami karena hasil panen tak menentu,” kata Benyamin Gadut, salah seorang petani di Goloworok belum lama ini.

Hingga saat ini, petani-petani di Goloworok masih mengikuti system pertanian tradisional, sehingga sangat tergantung pada alam.