Yang unik dari kegiatan hari ini, sebut Dr. Elvis, dalam gerakan pungut sampah hari ini, berdasarkan saran dari anggota panitia, yaitu Andry Ratumakin yang juga dosen FISIP Unwira, rombongan pemungut sampah langsung membuat pemilahan terhadap sampah.

Panitia dengan cekatakan sudah membuat pemilahan dan menghitung berapa kilogram sampah organik dan anorganik yang ditemukan. Dan hasilnya adalah, dari kegiatan pungut sampah yang dilakukan oleh 800-an orang warga Unwira ini, jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik dari botol minuman dan bekas bungkusan makanan.

“Rencananya Unwira akan membuat semacam brand audit untuk kemudian membuat gambaran bahaya jenis sampah yang paling banyak ditemukan di berbagai titik di Kota Kupang,” ucapnya.

Masih menurut Elvis, sampah-sampah yang sudah dipilah, kemudian diisi dalam kantong plastic dan karung, di mana sampah-sampah yang bisa digunakan terutama dari botol plastik langsung disumbangkan oleh panitia kepada sekelompok pemulung yang bermukim di sekitar kampus Unwira Penfui.