“Banyak kekurangan yang terjadi selama proses penjemputan hingga acara. Semua itu kekurangan yang manusiawi. Tapi yakinlah, kami selalu memberikan yang terbaik kepada peserta dan official selama Pesparani ini,” tandasnya.
Ketua LP3KD Provinsi NTT Frans Salem menyampaikan, Pesparani II Tingkat Provinsi NTT dilaksanakan dalam berbagai keterbatasan dan kekurangan.
Namun di balik itu, ada berbagai sumbangan yang diberikan oleh umat maupun pihak-pihak luar yang notabene bukan beragama Katolik.
“Itu artinya, dengan Pesparani II kita sedang menghidupi semangat gotong rotong. Pesparani II adalah pesta umat dan sedang menjadi momentum tumbuhmya semangat solidaritas lintas iman, lintas budaya dan lintas suku,” tandas Frans Salem. (*)





Tinggalkan Balasan