“Melalui program-program yang ada, 500 anak yang menjadi sasaran stunting di FloresTimur, juga bisa merasakan bantuan yang sama dari Bank NTT,” harap Doris Rihi.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Pemimpin Bank NTT Cabang Larantuka, Adrianus Basa Koten, Kepala Dinas Kesehatan Kaupatem Flores Timur, dr. Agustinus Ogie Silimalar, Kepala Bagian Prokompim, Yohanes Ibi Hurit, M,Si, serta puluhan baduta yang menjadi sasaran stunting.
Untuk diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program aksi konvergensi percepatan penurunan stunting melalui langkah penurunan jumlah kasus baduta gizi kurang sebanyak 6000 anak yang tersebar di 1019 desa/kelurahan pada 189 puskesmas di 22 kabupaten/kota provinsi NTT. (Pkp/KN)





Tinggalkan Balasan