Bisnis  

Penjabat Bupati Flotim Apresiasi dan Dukung Program Bank NTT Peduli Stunting

Lunching Program Bank NTT Peduli Stunting, secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dan diikuti oleh para Bupati/Wali Kota se-NTT secara daring, atau live streaming.

Penjabat Bupati Flotim Apresiasi dan Dukung Program Bank NTT Peduli Stunting
Launching Bank NTT Peduli Stunting oleh Penjabat Bupati Flotim Doris Rihi (Foto: Pkp Flotim)

Larantuka, KN -Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaunching kegiatan Program Bank NTT Peduli Stunting di Aula Setda Kabupaten Flores Timur (Flotim), Senin 21 Juni 2022.

Lunching Program Bank NTT Peduli Stunting, secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dan diikuti oleh para Bupati/Wali Kota se-NTT secara daring, atau live streaming.

Kegiatan itu merupakan rangkaian dari roadshow, dalam rangka menyabut Hari Ulang Tahun (HUT) Bank NTT ke-60, yang belerja sama dengan POKJA stunting AKI AKB NTT.

Penjabat Bupati Kabupaten Flores Timur, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si, pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT, yang telah peduli dengan masalah stunting di NTT, khususnya di Kabupaten Flores Timur.

“Terima kasih Bank NTT telah membantu pemerintah mengurangi angka stunting melalui bantuan ini, untuk 149 anak di 6 puskesmas yang tersebar di 5 kecamatan di Flotim,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ketua FKI NTT Minta Marko Pertahankan Prestasi

Doris Rihi berharap agar melalui program-program yang telah dilakukan Bank NTT bagi 500 anak yang menjadi sasaran stunting di Flores Timur bisa terbantu, dan merasakan Bantuan yang sama dari Bank NTT.

“Melalui program-program yang ada, 500 anak yang menjadi sasaran stunting di FloresTimur, juga bisa merasakan bantuan yang sama dari Bank NTT,” harap Doris Rihi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Pemimpin Bank NTT Cabang Larantuka, Adrianus Basa Koten, Kepala Dinas Kesehatan Kaupatem Flores Timur, dr. Agustinus Ogie Silimalar, Kepala Bagian Prokompim, Yohanes Ibi Hurit, M,Si, serta puluhan baduta yang menjadi sasaran stunting.

Untuk diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program aksi konvergensi percepatan penurunan stunting melalui langkah penurunan jumlah kasus baduta gizi kurang sebanyak 6000 anak yang tersebar di 1019 desa/kelurahan pada 189 puskesmas di 22 kabupaten/kota provinsi NTT. (Pkp/KN)