Karena itu pada kesempatan yang sama mewakili para petani mereka juga minta dukungan Pemkot Kupang melalui dinas teknis untuk memberikan pendampingan kepada mereka sehingga bisa menghasilkan lebih banyak pupuk untuk memenuhi permintaan petani lainnya. Soleman juga meminta dukungan Pemkot Kupang untuk membantu mereka dalam memasarkan produk-produk pertanian organik.
Project leader program pemberdayaan petani sayur lokal, Irma Nenobais memaparkan peserta program ini berjumlah 29 orang petani hortikultura, yang berasal dari beberapa kelompok tani yang berada dalam pengawasan dan binaan Balai Penyuluhan Pertanian Naioni, Alak, Kota Kupang (antara lain: Kelurahan Batuplat, Manulai II, Nunbaun Sabu, Manutapen, Penkase Oeleta, dan Kelurahan Naioni).
Dalam kegiatan ini mereka juga melibatkan tim ahli dari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Undana, Pusat Inkubator Bisnis Dan Layanan Masyarakat Fakultas Pertanian Undana dan Laboratorium Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Undana.
Dia berharap melalui kegiatan ini diharapkan kelompok petani sayur binaan Balai 6 Penyuluhan Pertanian Naioni, Alak, Kota Kupang, dapat mengadopsi inovasi pembuatan pupuk organik dan pestisida organik untuk kebutuhan usaha tani sayuran, dan juga dapat menjual ke warga masyarakat di Kota Kupang demi peningkatan pendapatan rumah tangga petani sayur.





Tinggalkan Balasan