Konsulat Jenderal Australia Bali, Anthea Griffin mengakui kerja sama antara Australia dan Indonesia sudah terjalin selama beberapa dekade, melingkupi bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, olahraga, budaya dan pendidikan.
Menurutnya Pemerintah Australia melihat pentingnya pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk memimpin negara serta membangun dan membentuk hubungan internasional di masa depan.
Dia menjelaskan proyek leader program pemberdayaan petani sayur lokal, Irma Nenobais merupakan alumni Australia yang berhasil mendapatkan dana awal dari Alumni Grant Scheme (AGS) atau Skema Hibah Alumni yang diadministrasikan oleh Australia Awards in Indonesia untuk mendukung proyek inspiratif pengelolaan sampah organik bagi petani di desa Naioni.
Program Alumni Grant Scheme (AGS) dimaksudkan untuk menjaga hubungan dengan alumni Australia yang ada di Indonesia yang berjumlah sekitar 200 ribu orang.
Konjen Australia Bali mengaku bangga dengan proyek inisiatif yang digagas Irma Nenobais dan kawan-kawan.
“Program ini merupakan bukti nyata kontribusi Alumni Australia untuk membangun Indonesia. Semoga program ini berjalan lancar,” ungkapnya. Ditambahkannya pihaknya akan ikut mempromosikan program ini lewat akun resmi media sosial milik Pemerintah Australia.
Soleman Nenosaban, perwakilan Kelompok Tani Ingat Aku Naioni menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membuktikan kepeduliannya melalui program ini. Diakuinya selama ini dia bersama rekan-rekan petani lainnya sering mengeluh kekurangan pupuk untuk bercocok tanam.
Karena itu pada kesempatan yang sama mewakili para petani mereka juga minta dukungan Pemkot Kupang melalui dinas teknis untuk memberikan pendampingan kepada mereka sehingga bisa menghasilkan lebih banyak pupuk untuk memenuhi permintaan petani lainnya. Soleman juga meminta dukungan Pemkot Kupang untuk membantu mereka dalam memasarkan produk-produk pertanian organik.
Project leader program pemberdayaan petani sayur lokal, Irma Nenobais memaparkan peserta program ini berjumlah 29 orang petani hortikultura, yang berasal dari beberapa kelompok tani yang berada dalam pengawasan dan binaan Balai Penyuluhan Pertanian Naioni, Alak, Kota Kupang (antara lain: Kelurahan Batuplat, Manulai II, Nunbaun Sabu, Manutapen, Penkase Oeleta, dan Kelurahan Naioni).







Tinggalkan Balasan