Ia menegaskan, keputusan untuk memberhentikan kedua oknum guru sudah sesuai aturan. Dirinya memilih untuk menyelamatkan nama sekolah dan siswa, dari perbuatan oknum guru honor yang tidak patut diguguh dan ditiru itu.
Florince mengaku ancaman dan teror yang disampaikan oleh Anis Mase via telepon genggam membuat dirinya tertekan secara psikologis, bukan karena takut diberhentikan dari jabatannya, tetapi karena sampai hari ini dirinya belum menemukan di mana letak kesalahannya.
“Saya diancam untuk diberhentikan, maka saya kepingin sekali untuk ada yang memediasi saya dengan Anis Mase agar dia memberikan penjelasan ke saya bahwa dia marah itu alasannya apa,” ungkap Florince.
Kepsek SMPN 1 Fatuleu meminta Waket II DPRD Kabupaten Kupang Anis Mase untuk menjelaskan alur kerja seorang Kepsek seperti apa.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana peran Anis Mase sebagai anggota DPRD yang dipilih oleh masyarakat Fatuleu untuk membina karakter dan moral guru maupun siswa, jika politisi PDI Perjuangan itu memilih untuk membela onum guru yang berbuat tindakan amoral di sekolah.
“Saya lihat Anis Mase seorang publik figur, tapi dia tidak punya etika yang baik. Dari cara komunikasinya, saya sangat menyayangkan etika anda sebagai anggota dewan terhormat di Kabupaten Kupang,” tandas Florince.
Ssmentara itu, Waket II DPRD Kabupaten Kupang Anis Mase seperti dilansir dari Vox NTT mengancam melaporkan Kepsek SMPN 1 Fatuleu ke Polisi karena menyebarkan rekaman pembicaraannya.
“Bukti rekaman yang diedarkan itu saya sudah dapat. Dalam waktu dekat saya akan lapor polisi. Itu termasuk penyadapan,” ucap Anis Mase.
Politisi PDI Perjuangan itu balik menuding Kepsek SMPN 1 Fatuleu memutarbalikan fakta.
“Yang orang tua murid ancam keluarkan siswa itu karena Kepala Sekolah lakukan kekerasan terhadap anak murid. Ini pemutarbalikan fakta. Model pemberhentian begitu tidak layak. Saya omong ke Bupati untuk berhentikan dia,” ujarnya.
Dia juga membantah soal jatah guru seperti yang disampaikan Florince selaku kepala sekolah. “Bukan jatah tetapi saya membela masyarakat di situ,” tutupnya. (*)







Tinggalkan Balasan