Kupang  

Berhentikan Guru Amoral, Kepsek di NTT Malah Diancam dan Diteror Oknum Pimpinan DPRD

Kata-kata berupa ancaman dan teror ini dilontarkan oleh Anis Mase kepada Kepsek SMPN 1 Fatuleu melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Kepsek SMPN 1 Fatuleu, Florince Lumba, S.Pd bersama Ketua Komite dan sang suami saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan, Minggu 15 Mei 2022 (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Wakil Ketua (Waket) II DPRD Kabupaten Kupang Yohanis Mase diduga mengancam dan meneror Kepala Sekolah SMPN 1 Fatuleu, Florince Lumba, S.Pd.

Kata-kata berupa ancaman dan teror ini dilontarkan oleh Anis Mase kepada Kepsek SMPN 1 Fatuleu melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Fatuleu, Florince Lumba kepada wartawan, Minggu 15 Mei 2022 mengatakan, persoalan itu berawal dari pemberhentian dua guru yang selama ini mengabdi di SMPN 1 Fatuleu.

Kedua guru berinisial SSK dan EN ini terpaksa diberhentikan, karena terbukti melakukan tindakan amoral dalam hal ini mesum dan selingkuh di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, kedua oknum guru tersebut telah diberikan peringatan secara berulang-ulang, baik secara tertulis maupun secara lisan.

Meski demikian, kedua oknum guru itu tidak juga bertobat dan terus melakukan tindakan amoral di lingkungan sekolah, hingga dilihat oleh siswa dan siswi di sekolah tersebut.

Pasca persoalan ini diketahui oleh orang tua siswa, pihak sekolah terus didesak untuk mengambil tindakan tegas terhadap kedua oknum guru tersebut.

Setelah melalui berbagai pertimbangan bersama Bupati, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, kedua oknum guru ini akhirnya diberhentikan dari sekolah.

Hal ini, memicu amarah dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Anis Mase yang mengklaim salah satu guru yang diberhentikan adalah “jatah” darinya sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Kupang.

Waket II DPRD Kabupaten Kupang Anis Mase kemudian menelpon Kepsek SMPN 1 Fatuleu, dan mengancam akan memberhentikannya dari jabatan Kepala Sekolah.

“Itu saya punya anak, saya punya “jatah”, saya yang kasi masuk dia, kenapa kasi berhenti dia? Sekarang juga saya kasi berhenti kamu dari jabatan Kepala Sekolah,” kata Florince meniru nada amcaman Anis Mase.

Florince menegaskan, dirinya tidak pernah meminta untuk diberikan jabatan sebagai Kepala Sekolah. Namun hal itu adalah kepercayaan yang diberikan oleh Bupati untuk melayani masyarakat, maka dirinya menerima dan mengabdi sesuai aturan yang berlaku.

Ia menegaskan, keputusan untuk memberhentikan kedua oknum guru sudah sesuai aturan. Dirinya memilih untuk menyelamatkan nama sekolah dan siswa, dari perbuatan oknum guru honor yang tidak patut diguguh dan ditiru itu.

BACA JUGA:  Kecelakaan Maut di Kupang, Warga Desa Retraen Amarasi Selatan Meninggal di Tempat

Florince mengaku ancaman dan teror yang disampaikan oleh Anis Mase via telepon genggam membuat dirinya tertekan secara psikologis, bukan karena takut diberhentikan dari jabatannya, tetapi karena sampai hari ini dirinya belum menemukan di mana letak kesalahannya.

“Saya diancam untuk diberhentikan, maka saya kepingin sekali untuk ada yang memediasi saya dengan Anis Mase agar dia memberikan penjelasan ke saya bahwa dia marah itu alasannya apa,” ungkap Florince.

Kepsek SMPN 1 Fatuleu meminta Waket II DPRD Kabupaten Kupang Anis Mase untuk menjelaskan alur kerja seorang Kepsek seperti apa.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana peran Anis Mase sebagai anggota DPRD yang dipilih oleh masyarakat Fatuleu untuk membina karakter dan moral guru maupun siswa, jika politisi PDI Perjuangan itu memilih untuk membela onum guru yang berbuat tindakan amoral di sekolah.

“Saya lihat Anis Mase seorang publik figur, tapi dia tidak punya etika yang baik. Dari cara komunikasinya, saya sangat menyayangkan etika anda sebagai anggota dewan terhormat di Kabupaten Kupang,” tandas Florince.

Ssmentara itu, Waket II DPRD Kabupaten Kupang Anis Mase seperti dilansir dari Vox NTT mengancam melaporkan Kepsek SMPN 1 Fatuleu ke Polisi karena menyebarkan rekaman pembicaraannya.

“Bukti rekaman yang diedarkan itu saya sudah dapat. Dalam waktu dekat saya akan lapor polisi.  Itu termasuk penyadapan,” ucap Anis Mase.

Politisi PDI Perjuangan itu balik menuding Kepsek SMPN 1 Fatuleu memutarbalikan fakta.

“Yang orang tua murid ancam keluarkan siswa itu karena Kepala Sekolah lakukan kekerasan terhadap anak murid. Ini pemutarbalikan fakta. Model pemberhentian begitu tidak layak.  Saya omong ke Bupati untuk berhentikan dia,”  ujarnya.

Dia juga membantah soal jatah guru seperti yang disampaikan Florince selaku kepala sekolah. “Bukan jatah tetapi saya membela masyarakat di situ,” tutupnya. (*)