Fokus mereka, nantinya ada 5.000 hektar lahan yang akan ditanami jagung khusus di Flores Timur.
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat itu menjelaskan, pihaknya mensupport penuh program TJPS.
“Jika mau jujur, masyarakat diuntungkan dengan program ini, yakni setiap hektar mereka hasilkan tujuh ton jagung yang jika dijual dengan harga pasar saat ini, mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit, yakni diperkirakan Rp28 Juta per hektar. Ada putaran uang yang besar di masyarakat karena ada off taker yang siap membeli hasil panen,” tegas Alex.
Tak hanya itu, dalam pola ini ada kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan sehingga jika ada wirausaha mandiri mengalami kecelakaan kerja maka seluruh pembiayaannya akan dicover. Termasuk kesehatannya pun akan dicover seluruhnya oleh BPJS.
Bank NTT menurutnya akan hadir bersama Pemprov untuk melakukan sosialisasi kepada petani di Tanjung Bunga maupun kecamatan lain di Flores Timur yang membutuhkan penjelasan.
“Kita berharap seusai Paskah tahun ini, minggu depan kalau bisa, ada rapat sehingga kita sudah bisa bergerak,” tegas Alex.





Tinggalkan Balasan