Seminar dibuka dengan keynote speech oleh Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat. dalam materinya, Uskup Siprianus mengharapkan lembaga-lembaga pendidikan katolik menghasilkan generasi muda yang memiliki karakter kekatolikan yang khas dan mampu menjawab tantangan-tantangan dunia global saat ini. Untuk itu, sekolah-sekolah mesti menjadi tempat di mana nilai-nilai kristiani ditumbuhkan dan ajaran-ajaran sosial gereja disampaikan kepada setiap peserta didik.
“Saatnya, kita harus bertindak, time to action,” seru Uskup Siprianus.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Manggarai Timur Basilius Teto dalam presentasinya memaparkan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur. Ia menyampaikan dukungan pemerintah daerah bagi Yapersukmatim dalam pengelolaan sekolah-sekolah pada hari-hari ke depan.
“Saya setuju dengan apa yang menjadi tema kegiatan Sekolah Katolik yang bermutu, bersolider dan Berkelanjutan. Ini konsep yang bagus untuk mendesain bagaimana pendidikan kita di Manggarai Timur. Saya mau mengatakan, kolaborasi ini sangat penting. Kolaborasi antara pemerintah dengan yayasan tetap kita jalankan dengan baik,” kata Basilius Teto.
Romo Dr Martin Chen Pr menjelaskan pendidikan dari sudut pandang Gereja Katolik. Ia menelusuri dokumen-dokumen Gereja yang berbicara tentang tugas Gereja untuk memajukan kehidupan bersama melalui pendidikan. Kemudian ia mengulas panorama pendidikan sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Ruteng terutama yang terungkap dalam proses Sinode III Keuskupan Ruteng beberapa tahun silam.
Penelitian dokumen penilaian hasil Ujian Nasional beberapa tahun lalu, ungkap Direktur Pusat Pastoral itu, menemukan tren nilai rata-rata yang terus menurut. Itu berarti mutu pendidikan katolik di wilayah Keuskupan Ruteng mengalami penurunan. Selain mutu, proses Sinode III waktu itu menemukan penghayatan nilai-nilai kekatolikan mengalami penurunan di sekolah-sekolah milik Gereja.
“Yang sederhana, dilihat ada atau tidaknya salib di sana. Dalam pelajaran agama, menggunakan Kitab Suci atau tidak. Apakah ada misa sekolah, rekoleksi, dan ret-ret,” jelas Romo Chen.







Tinggalkan Balasan