“Selamat berjalan bersama demi perkembangan bidang pendidikan di wilayah Manggarai Timur ini sejak dibentuknya Yapersukmatim, secara resmi kita lounching dalam misa hari ini. Mari kita bergerak bersama dalam semangat Omnia In Caritate, Lakukanlah segalanya dalam semangat kasih,” kata Uskup Siprianus mengakhiri kotbah pada sore itu.

*Konsolidasi dan Pembenahan Tata Kelola*
Vikep Borong yang juga menjabat Ketua Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Timur menjelaskan dua langkah strategis yang menjadi prioritas pada hari-hari awal yaitu konsolidasi dan pengembangan sistem tata kelola. Konsolidasi, kata Romo Simon, pertama-tama dilakukan secara internal dengan melibatkan para pastor paroki, kepala sekolah, dan komite. Kemudian Konsolidasi dijuga dilakukan bersama pemerintah dan lembaga-lembaga terkait lain.

“Langkah besar kita untuk kemajuan ini yaitu konsolidasi. Secara internal, tadi malam sudah. Dan hari ini dengan pemerintah dan pihak-pihak lain,” jelas Romo Simon Nama.

Terkait tata kelola yayasan dan sekolah, lanjut dia, Yayasan akan segera menyusun profil mulai dari yayasan sampai sekolah-sekolah. Kemudian mengembangkan sistem tata kelola yang baik terkait personalia, program kerja, dan keuangan.

“Kami akan lakukan loka karya tata kelola dengan melibatkan Pusat Pastoral. Jadi kami tidak berjalan sendiri tetapi selalu bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain. Dengan itu kita harap apa yang dicita-citakan, yaitu lembaga yang bermutu, bersolider dan berkelanjutan dapat tercapai,” pungkas Romo Simon Nama.

Seminar: Era Baru Persekolahan Katolik Manggarai Timur, Bermutu, Bersolider dan Berkelanjutan

Dalam rangka konsolidasi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga terkait, Yapersukmatim menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Era Baru Sekolah Katolik Manggarai Timur: Bermutu, Bersolider dan Berkelanjutan.”

Seminar menghadirkan narasumber Direktur Pusat Pastoral dan Dosen Unika St Paulus Rm Dr Martin Chen Pr, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Manggarai Timur Basilius Teto dan Anggota Komisi X DPR RI Dr Andreas Hugo Pareira.