Gubernur VBL berharap agar melalui tulisan Pater Fritz dapat mengubah cara berpikir orang NTT tentang Tuhan, dosa, cara menggereja yang benar dan menghindari dogma yang diciptakan manusia untuk menghambat ilmu pengetahuan.
Pendapat senada diungkapkan Pendeta Nelman. “Memang gereja masih berpikir dogmatis sehingga masih sibuk dengan urusan dogma tanpa memikirkan kesejahteraan umatnya,” kritik Pendeta Nelman.
“Memang perlu terobosan dan kerjasama untuk menyadarkan gereja dan umatnya akan pentingnya kemajuan ilmu pengetahuan, pak Gub,” ujar Pendeta Nelman.
Terkait materi bedah buku, Pendeta Nelman mengaku, pihaknya menghindari cara berpikir dogmatis apalagi moralis. “Saya lebih melihat karya Pater Fritz ini sebagai miniatur antologi. Karena itu, saya lebih menekankan aspek kontemplatif dan reflektif,” katanya.
Audiens yang berlangsung sejam itu ditandai dengan penyerahan Buku SANG MESIAS Antologi Puisi Religi, Undangan, Penyerahan Buku Mutiara Dari Flobamorratass (Aneka Dongeng Masyakarat NTT) karya Yohanes AR.Teme dengan Penulis Prolog Dr. Marsel Robot, MSi, Epilog Pater Fritz Meko, SVD dan Editor Valerius P. Guru, S.Sos dan foto bersama. (*/Verry Guru)





Tinggalkan Balasan