Pater Fritz mengaku, sangat bahagia bisa bertemu dan bertukar gagasan bersama Gubernur VBL. “Saya sangat bahagia, karena Pak Gubernur berkenan hadir dan akan membuka secara resmi acara bedah, launching dan pameran buku nanti,” ujar Pater Frits, sambil sedikit tersenyum.
Karya yang dihasilkan ini, sebut Pater Fritz bukan sekadar ikut-ikutan tetapi ini karya yang berbeda. “Ini karya sebagai perpaduan atau kombinasi antara mata bathin dan mata fisik. Jujur Tuhan beri saya kemampuan yang sungguh luar biasa. Dengan acara ini saya seperti didongkel atau dicungkil dari kerangkeng pemikiran yang ada selama ini,” tutur Pater Fritz, yang selama ini berkarya di Surabaya.
Di tempat terpisah, Gubernur VBL mengkritisi peran gereja yang masih ketinggalan dari aspek ilmu pengetahuan.
“Saya senang Pater menulis buku sebagai sumbangan pengetahuan yang dimiliki dan inilah yang sering saya katakan berpikir out of the box. Dan sampai saat ini gereja masih suka berkotbah. Makanya saya bilang sama bapak Uskup, Pastor dan Pendeta untuk tidak lagi berkotbah tetapi mengajar. Karena Tuhan kita Yesus Kristus, selalu mengajar bukan berkotbah. Masa orang bodoh ajar orang pintar. Inilah alasan saya tidak mau masuk gereja,” tandas Gubernur VBL, disambut gelak tawa tim panitia.





Tinggalkan Balasan