Air Terjun Mauhalek (Foto: Net)

Kemudian Desa Duarato. Desa ini terkenal dengan wisata budaya, karena memiliki kampung adat yang mirip dengan Wae Rebo di Kabupaten Manggarai.

“Di situ kita lagi mendampingi mereka punya perkebunan Kopi yang cukup luas di atas pegunungan. Kopi ini yang akan kita eksplor bersama kelompok-kelompok usaha tani. Tapi kita kawinkan dengan konsep wisata kampung adat dan silat kampung,” ungkap Adrianus.

Selain itu, ada Desa Dirun di Fulan Fehan. Desa ini punya potensi pariwisata serta Kaktus dan Kopi yang sangat luar biasa. Desa yang terakhir adalah Desa Kabuna di wilayah perbatasan yang punya spot-spot foto keren.

“Di sana ada perkawinan budaya Timor Leste dan Belu, makanan khas seperti Roti Paun, juga tenun ikat alami yang dibuat dari Kapas dan pewarna alam. Itu ada di Duarato dan Kabuna,” ujarnya.

Calon Beato Mgr. Gabriel Manek (Foto: Net)

Wisata Rohani Salib Santo Fransiskus Xaverius dan Kampung Mgr. Gabriel Manek