Bisnis  

5 Desa dari Belu Siap Bertarung di Ajang Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT

Termasuk kampung Mgr. Gabriel Manek yang punya Wisata Rohani Salib Santo Fransiskus Xaverius

Pimpinan Cabang Bank NTT Atambua Adrianus M. Pontus (Foto: Ama Beding)

Atambua, KN – Sebanyak 5 Desa dari Kabupaten Belu siap mengikuti ajang Festival PAD dan Festival Desa Binaan Bank NTT. Kelima Desa tersebut adalah Desa Fatulotu Lahurus, Desa Dualasi Raiulun, Desa Duarato, Desa Dirun, dan Desa Kabuna.

Pemimpin Cabang Bank NTT Atambua Adrianus M. Pontus mengatakan, Festival PAD dan Festival Desa Binaan Bank NTT menjadi salah satu lokomotif untuk menggerakan ekonomi masyarakat di Desa.

“Ini juga merupakan salah satu dari empat misi Bank NTT yaitu turut serta membantu pemerintah meningkatkan PAD termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Adrianus kepada wartawan, Kamis 24 Maret 2022.

Khusus untuk Kabupaten Belu, kerja sama dengan pemerintah daerah berjalan dengan sangat baik. Persiapan terus dilakukan dan sejak awal, pihaknya menyeleksi 68 desa untuk mengikuti Festival PAD dan Festival Desa Binaan Bank NTT.

Proses seleksi dipimpin langsung oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin berdasarkan kriteria-kriteria yang ada di Kementerian Desa tentang indeks membangun desa, dan Kementerian Pariwisata tentang membangun Desa Wisata.

“Kami melakukan assesment bersama Kepala Desa, dan berdiskusi hingga jam 11 malam untuk memutuskan 5 desa dalam Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT,” urai Adrianus menceritakan proses pengambilan keputusan.

Setelah memutuskan, Bank NTT Atambua mulai melengkapi semua jenis dokumen, dan telah melaksanakan launching 5 desa yang ikut dalam Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT.

“Tanggal 29 Maret 2022, Pak Bupati akan memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) dan kolaborasi lintas sektor di Kantor Bupati untuk bisa menyukseskan Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT,” jelas Adrianus.

Pemimpin Cabang Bank NTT Atambua menjelaskan, setiap Desa Binaan Bank NTT di Kabupaten Belu punya karakteristik tersendiri, dan dua sektor unggulan yakni UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan pariwisata akan dikembangkan menjadi lebih baik.

Desa Dualasi Raiulun punya potensi di bidang pertanian seperti Strawbery, Kacang Hijau dan Kacang Tanah. Potensi unggulan ini akan dipadukan dengan pariwisata air terjun Mauhalek.

BACA JUGA:  Kepala BNNP NTT Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Calon Polisi di SPN Polda NTT
Air Terjun Mauhalek (Foto: Net)

Kemudian Desa Duarato. Desa ini terkenal dengan wisata budaya, karena memiliki kampung adat yang mirip dengan Wae Rebo di Kabupaten Manggarai.

“Di situ kita lagi mendampingi mereka punya perkebunan Kopi yang cukup luas di atas pegunungan. Kopi ini yang akan kita eksplor bersama kelompok-kelompok usaha tani. Tapi kita kawinkan dengan konsep wisata kampung adat dan silat kampung,” ungkap Adrianus.

Selain itu, ada Desa Dirun di Fulan Fehan. Desa ini punya potensi pariwisata serta Kaktus dan Kopi yang sangat luar biasa. Desa yang terakhir adalah Desa Kabuna di wilayah perbatasan yang punya spot-spot foto keren.

“Di sana ada perkawinan budaya Timor Leste dan Belu, makanan khas seperti Roti Paun, juga tenun ikat alami yang dibuat dari Kapas dan pewarna alam. Itu ada di Duarato dan Kabuna,” ujarnya.

Calon Beato Mgr. Gabriel Manek (Foto: Net)

Wisata Rohani Salib Santo Fransiskus Xaverius dan Kampung Mgr. Gabriel Manek

Di antara lima desa yang diikutsertakan dalam ajang Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT, ada satu desa yang terkenal dengan wisata rohaninya, yaitu Desa Fatulotu, Lahurus.

Desa ini adalah tempat kelahiran Uskup pribumi kedua di Indonesia sekaligus calon orang kudus (Beato) Mgr. Gabriel Manek, SVD.

Pemimpin Cabang Bank NTT Atambua Adrianus M. Pontus menyampaikan, Desa Fatulotu selain terkenal karena merupakan kampung kelahiran Mgr. Gabriel Manek, di tempat tersebut ada juga salib yang ditancapkan oleh Santo Fransiskus Xaverius sekitar tahun 1500 ketika berkunjung ke Pulau Timor.

“Di situ (Desa Fatulotu, red) ada UMKM yang kita bina. Ada perkebunan Salak yang dikelola oleh OMK dan kelompok masyarakat di Desa,” pinta Adrianus.

Ia berharap proses Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT berjalan dengan lancar, sehingga semakin mempertegas peran Bank NTT sebagai agen of development.

Rencananya puncak acara Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT serta program Ramai Skali bakal digelar pada bulan Juli 202 mendatang, bertepatan dengan HUT ke-60 Bank NTT. (*)