“Saya juga dikasi QRIS pak, sehingga bisa membayar secara online. Dengan begini (pembayaran secara digital), uang saya aman di rekening pak gubernur. Kalau mau butuh baru ambil,” tegasnya pendek sambil tersenyum.

Di lapaknya, Ibu Kris menjual aneka kebutuhan dapur seperti rempah-rempah, dan menurut informasi, dia pun menyediakan layanan penjualan ayam potong.

Di lokasi, Dirut Alex berbelanja sejumlah kebutuhan dengan menggunakan QRIS. Di hadapan Gubernur VBL, Alex melakukan transaksi secara digital, dan menunjukkan ke pemilik lapak bahwa transaksinya sudah sukses. “Sudah selesai ya Ibu Kris. Langsung ke rekeningnya ibu sesuai nominal belanja,” ujar Alex disambut jawaban benar dari Ibu Kris.

Gubernur VBL saat itu pun spontan berujar “Ibu Kris yang menggunakan QRIS,” tegasnya disambut tawa seluruh yang hadir. “Saya pesan kepada pak bupati, tolong berdayakan seluruh pedagang pasar. Harus pastikan komoditinya dari mana, saya minta harus dipasok oleh petani disini,” tambah Viktor. Bupati Yohanis nampak menganggukan kepala.

Tak hanya itu, VBL pun meminta kepada bupati agar mengerahkan seluruh ASN untuk berbelanja secara dgital demi menghindari kerumunan. “Kita anjurkan belanja secara online saja agar jangan ada kerumunan lagi di pasar-pasar. Lokomotifnya harus ASN baru yang lain mengikuti. Kita maksimalkan digitalisasi di pasar agar bisa berjalan dengan baik,” tegas VBL.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, belum lama ini bersama Kepala Kantor Bank Indonesia  Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, melakukan kunjungan ke Pasar Inpres Naikoten I Kupang. Disana mereka mendatangi puluhan lapak, memastikan implementasi program QRIS.

Kepada media, Nyoman memberi apresiasi yang tinggi atas kesungguhan Bank NTT menyukseskan program tersebut. Karena menurutnya, Indonesia sementara bergerak maju dan dengan QRIS, Bank Indonesia mau mengajak seluruh masyarakat untuk bertransaksi secara digital. Karena aman, apalagi di masa pandemi COVID 19.

Penegasan yang sama disampaikan oleh Dirut Alex, bahwa Bank NTT sangat serius menerapkan pola pembayaran menggunakan QRIS. Pihaknya menyasar pasar-pasar, dan saat ini sudah banyak yang menikmatinya. “Karena manfaatnya besar, sehingga kedepan kami akan menyasar pasar-pasar tradisional di seluruh pelosok NTT, mengajak masyarakat untuk menggunakan transaksi yang sehat dan aman,” tegas Alex. (Mediatorstar/KN)